Mengenal Ular Ball Phyton

Asal-Usul Ular Ball Phyton

Ball phyton ditemukan oleh orang eropa pada akhir 1700an di Afrika Barat. Mereka dinamakan Ball Phyton karena mereka cenderung meringkuk menjadi bola ketika mereka merasa terancam.

Ball phyton menjadi populer sebagai hewan peliharaan selama beberapa dekade terakhir. Salah satu alasan hewan ini menjadi hewan peliharaan adalah karena memiliki ukuran relatif kecil dibanding ular jenis lainnya. Selain itu mereka relatif jinak dan mudah ditangani. Hal ini menjadikannya pilihan tepat bagi para pemula untuk memelihara ular.

Sifat

Setiap ball phyton memiliki kepribadian yang unik. Ulan ini terkenal dengan sifatnya yang jinak dan tenang. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersembunyi atau tidur. Namun perlu diingat bahwa kepribadian dipengaruhi sejumlah faktor genetika, penanganan, dan sosialisasi, serta kesehatan dan pola makan.

Ball phyton adalah makhluk yang sensitif dan stress dapat terwujud dalam berbagai cara. Beberapa tanda stress antara lain menolak makan, berperilaku agresif dan sering menggosok-gosok hidung ke kandang. Jika ular kalian berperilaku seperti ini, pentingnya untuk mengevaluasi lingkungan dan melakukan perubahan untuk mengurangi stress pada ular kalian.

Makanan

Di alam liar, Ball phyton sebagian besar memakan mamalia kecil dan burung ataupun hewan pengerat. Dalam pemberian makananan, kalian harus membuat tiga keputusan, pertama hewan jenis apa yang akan kalian berikan sebagai makanan. Kedua, tentukan ukuran mangsa yang tepat untuk diberikan kepada ular kalian. Ketiga, kalian ingin memberi mangsa yang hidup atau mangsa beku.

Standartnya, Ular diberi makan seminggu sekali. Jika kalian ingin mendorong pertumbuhannya, kalian dapat memberi makan ball phyton muda setiap tiga atau empat hari sekali.

Ini adalah artikel mengenal ular Ball phyton. Semoga bermanfaat.

Scroll to Top