
Asal-Usul Sugar Glider
Sugar Glider berasal dari Australia, Papua Nugini, Tasmania, beberapa pulau di sekitarnya, dan sebagian lainnya berasal dari indonesia. Biasanya mereka ditemukan di hutan hujan dan membuat rumah di lubang pohon.
Dibeberapa belahan dunia, Sugar glider bukanlah hewan peliharaan dan masi dianggap hewan liar. Makhluk kecil ini dikenal karena kemampuannya meluncur di udara, berkat jaring yang membentang dari pergelangan tangan hingga pergelangan kaki.
Sugar glider adalah hewan nokturnal, yang artinya mereka paling aktif pada malam hari. Pada siang hari mereka akan tidur di sarangnya. Mereka adalah hewan sosial dan sering hidup berkelompok.
Sifat
Sugar Glider memiliki sifat energik dan lincah, menghabiskan waktu dengan memanjat, meluncur, dan menjelajahi lingkungannya. Mereka juga membentuk ikatan yang kuat dengan pemiliknya dan menikmati waktu bermain interaktif. Penting untuk meluangkan waktu khusus bersama mereka setiap hari, melakukan aktivitas yang menstimulasi pikiran dan tubuh mereka.
Perlu diperhatikan bahwa sugar glider tidak boleh ditempatkan sendirian, setidaknya dua ekor untuk memastikan agar kebutuhan sosial mereka terpenuhi. Sugar glider merupakan hewan yang vokal dan mempunyai banyak suara untuk memberitahu kalian ketika mereka sedang kesal, ketakutan, lapar, dan banyak lagi.
Makanan
Sugar glider adalah hewan omnivora. Sugar glider memakan berbagai makanan tergantung musimnya. Berikan makanan yang memiliki nutrisi yang lengkap. Kalian juga bisa memberikan makanan bayi, madu, buah-buahan, sayur-sayuran atau serangga.
Kesehatan
Sugar glider memiliki berbagai jenis penyakit yang dapat menyerangnya. Seperti penyakit tulang akibat nutrisi yang tidak tepat, cedera karena meluncur, diare karena banyak makan buah, penyakit gigi, dan parasit.
Demikian artikel mengenal Sugar Glider. Semoga bermanfaat.


