
Asal Usul Ferret
Menurut Penelitian genetik, nenek moyang mereka kemungkinan besar berasal dari Eropa. Pada abad ke 18, Awalnya kucing dan anjing melindungi kapal dari tikus dan hama lainnya. Namun banyak orang mengalami kesulitan dengan mereka. Anjing terlalu berisik dan terlalu besar untuk mengikuti tikus, sedangkan kucing, mereka berburu hanya jika mereka menginginkannya. Musang sangat cocok untuk mengendalikan hama karena ukurannya yang kecil. Mereka bisa mengikuti tikus ke tempat sempit dan membunuhnya dalam hitungan menit.
Sifat
Ferret tidur selama 14-18 jam sehari dan paling aktif saat fajar dan senja. Jika mereka dipelihara dalam kandang, mereka dapat dikeluarkan setidaknya sekali sehari untuk berolah raga dan memuaskan rasa ingin tahunya. Mereka membutuhkan setidaknya satu jam dan tempat yang aman untuk bermain.
Ferret memiliki kelenjar aroma di dekat anusnya yang digunakan untuk tanda pengenal. Ferret juga dapat menggunakan urin untuk menunjukkan jenis kelamin dan mengidentifikasi ferret.
Makanan
Ferret memiliki metabolisme yang cepat dan saluran pencernaan yang pendek sehingga harus diberi makan secara teratur. Ferret pada dasarnya adalah hewan karnivora. Beberapa orang memberi makan mangsa yang sudah dibunuh atau masi hidup seperti tikus dan kelinci. Kalian bisa memberikan makanan yang mempunyai nilai gizi tinggi seperti makanan kucing atau makan khusus untuk ferret itu sendiri.
Demikian artikel mengenal Ferret. Semoga bermanfaat.


