
Asal-Usul Dart Frog
Dart Frog, namanya didapat dari dua sumber. Yang pertama adalah kulitnya yang beracun, yang biasanya hanya terdapat pada spesies berwarna cerah. Yang kedua adalah karena masyarakat ada di hutan hujan Amerika Tengah dan selatan menggunakan beberapa spesies katak panah untuk melapisin anak panah mereka. Dengan melapisi ujung anak panahnya dengan racun, orang-orang ini dapat berburu hewan buruan dengan cepat.
Kulit beracun dart frog ini tidak muncul secara alami. Kenyataannya, cairan beracun tersebut hasil dari memakan makanan yang beracun seperti semut beracun. Katak panah yang dipelihara di kebun binatang sebenarnya tidak beracun. Hal ini akan membuat nyaman dan tidak berbahaya pada saat memegangn
Sifat
Dart frog bersifat diurnal, artinya aktif di siang hari. Dart frog adalah hewan yang cukup sosial dan sering ditemukan berpasangan atau dalam kelompok kecil. Selama masa pacaran, katak-katak ini akan saling membelai menggunakan kaki depan dan dagunya.
Warna-warna cerah pada katak ini memungkinkan mereka berbaur dengan lingkungannya dan agar tidak terlihat sehingga mereka tetap aman. Selain itu, warna yang cerah ini berfungsi juga sebagai peringatan bagi predator.
Makanan
Dart frog memakan serangga kecil. Mangsa mereka yang paling umum adalah semut, rayap, kumbang kecil atau lipan. Untuk diingat bahwa dart frog tidak akan memakan serangga apapun yang berukuran lebih dari 1/8 inci.
Lalat buah adalah salah satu makanan pokok dart frog. Karena sangat mudah untuk dibudidayakan, diberi makan, dan disimpan, mereka adalah faforit para pemelihara dart frog, apalagi lalat buah diperkaya dengan kalsium, magnesium, dan zat besi.
Demikian artikel mengenal Dart Frog. Semoga bermanfaat.


