
Asal-Usul Rhacodactylus Leachianus
Rhacodactylus Leachianus adalah anggota keluarga tokek terbesar yang masih hidup. Tokek ini berasal dari New Caledonia. Mereka ini ditemukan oleh seorang ahli zoologi inggris bernama William Leach.
Tokek ini dikenal karena penampilannya yang mencolok dan karakteristik individualnya. Tokek dewasa dapat mencapai 8 hingga 17 inci dari kepala hingga ekor. Tokek Leachianus liar biasanya hidup sendirian di ketinggian hutan hujan. Rata-rata umur tokek Leachianus biasanya antara 15 sampai 20 tahun.
Sifat
Tokek Leachianus paling cocok untuk memelihara reptil tingkat menengah dan lanjut. Mereka bisa menjadi temperamental sehingga gigitannya bisa terasa sakit. Oleh karena itu, mereka tidak cocok untuk pemula, anak-anak, atau seseorang yang ingin memegang reptil peliharaan.
Tokek Leachianus pada dasarnya adalah hewan arboreal dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memanjat pohon dan menjelajahi lingkungan sekitarnya. Tokek Leachianus adalah spesies nokturnal, mereka akan aktif di malam hari dan cenderung bersembuynyi dan tidur pada siang hari.
Tokek Leachianus adalah reptil yang selalu berhati-hati terhadap spesies lain. Mereka memiliki sifat teritorial terhadap spesies lain dan dapat melompat atau menggigit.
Makanan
Tokek Leachianus adalah hewan omnivora yang memakan tumbuhan dan hewan. Di alam liar biasanya mereka berburu mamalia kecil, serangga dan kadal lainnya di puncak pohon. Mereka juga melengkapi makanan mereka dengan buah-buahan, bunga, getah pohon, dan nektar. Sebagai hewan peliharaan, penting juga bagi mereka untuk memiliki pola makan yang bervariasi agar tetap sehat.
Untuk Tokek dewasa, kalian dapat memberikan makan dua kali seminggu dengan memberi makan empat ekor jangkrik besar atau kecoa dubia. Makanan harus ditaburi bubuk suplemen vitamin D3/kalsium dua kali seminggu. Seminggu sekali diberi makan buah tidak lebih dari tiga sendok.
Demikian artikel mengenal Rhacodactylus Leachianus. Semoga bermanfaat.


