
Asal-Usul Axolotl
Axolotl juga dikenal sebagai Ambystoma mexicanum, berasal dari sistem danau Chalco-Xochimilca di Mexico City, lebih khusus lagi di Xochimilco. Axolotl akan merasa nyaman di perairan yang tenang. Mreka lebih menyukai saluran yang lambat, danau dengan air yang tenang, dan area dengan vegetasi perairan yang lebat.
Dalam mitologi Aztec, Diyakini bahwa axolotl adalah reinkarnasi Xolotl, dewa monster, kembaran Quetzalcoat. Xolotl berubah menjadi axolotl agar tidak dikorbankan. Sejak saat itu, hewan ini menjadi simbol kelangsungan hidup dan perlawanan dalam budaya Meksiko.
Axolotl bukan hewan peliharaan yang baik untuk anak-anak atau pemula. Mereka harus dipelihara dengan hati-hati agar sehat. Axolotl tidak bergaul dengan ikan atau amfibi lain dan bahkan agresif dengan jenisnya.
Tips Merawat
1. Akuarium
Axolotl membutuhkan akuarium yang besar dengan kapasitas air sekitar 56-75 liter. Akuarium harus berada diruangan yang sejuk dan tidak terkena matahari secara langsung. Jaga suhu akuarium tetap stabil dikisaran 14-21 derajat celcius dan jangan lebih dari 24 derajar celcius.
2. Kerikil
Pilihlah kerikil kasa berukuran besar dan hindari menggunakan kerikil halus karena dapat tertelan oleh axolotl. Pastikan juga menggunakan filter yang tidak menghasilkan arus deras untuk menyaring air yang kotor.
3. Pisahkan Axolotl
Axolotl memiliki sifat kanibalistik dan berpotensi melukai satu sama lain. Biasanya terjadi antara sesama axolotl berjenis kelamin jantan. Disarankan tidak menempatkan lebih dari satu axolotl dalam akuarium yang sama.
4. Makanan
Makanan axolotl di alam liar adalah cacing, siput, krutasea, ikan kecil dan amfimbi. kaian bisa memberikan potongan daging kecil atau hati, cacing tanah, udang air asin dan pelet.
Ini adalah artikel mengenal Axolotl, Semoga bermanfaat.


