
Asal-Usul African Fat-Tailed Gecko
Gecko ini berasal dari Afrika Barat. Gecko ini akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat persembunyiannya yang gelap dan lembab. Meskipun ligkunga alamnya ekstrem, gecko ini dapat hidup dengan baik di penangkaran. Selama kebutuhan dasarnya tersedia, gecko ini dapat hidup dengan baik selama 10-18 tahun.
African Fat-Tailed Gecko memiliki ciri fisik yang berbeda-beda berdasarkan habitatnya bahkan di wilayah tertentu di Afrika mulai dari ukuran, pola skala, hingga warna. African Fat-Tailed Gecko ini mampu melepaskan ekornya ketika terancam atau diserang. Jika ekornya hilang, ekor barunya akan berbentuk lebih bulat dan mirip kepala.
African Fat-Tailed Gecko ini juga menyimpan lemak di ekornya yang merupakan cadangan energi penting yang dapat membuat gecko ini dapat bertahan berhari-hari tanpa makanan.
Sifat
African Fat-Tailed Gecko bersifat teritorial sehingga kemungkinan besar hidup sendiri. Mereka ada hewan yang aktif namun tidak melakukan perjalanan jauh. African Fat-Tailed Gecko adalah hewan spesies nokturnal sehingga mereka aktif di malam hari dan beristirahat dan bersembunyi di siang hari.
African fat-tailed gecko tidak banyak mengeluarkan suara dan tidak suka menggigit. Gecko ini sangat cocok untuk pecinta reptil pemula karena mudah untuk dijinakan. Jika kalian melihat buntut gecko ini bergoyang dengan cepat, berarti mereka sedang bersiap untuk menyerang mangsa.
Makanan
Pada dasarnya gecko ini adalah hewan pemakan serangga seperti jangkrik, ulat bambu, ulat lilin dan serangga lainnya. Serangga ini harus diberi bubuk kalsium / multivitamin sebelum diberi ke gecko kalian setiap hari. African fat-tailed gecko dewasa harus makan sekitar dua lusin jangkrik seminggu dengan delapan atau sembilan jangkrik setiap hari. Selalu sediakan air bersih setiap saat.
Ini adalah artikel mengenal African Fat-Tailed Gecko. Semoga bermanfaat.


